Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Surat Berharga Negara (SBN): Pengertian dan Jenisnya

Belakangan ini, investasi Surat Berharga Negara (SBN) semakin sering dibahas, terutama di kalangan investor pemula. Alasannya simpel: instrumen ini dianggap relatif aman, legal, dan cocok buat kamu yang ingin mulai investasi tanpa harus pusing memantau harga setiap hari seperti saham.

Selain itu, SBN juga sering dipromosikan oleh pemerintah sebagai instrumen investasi yang bisa diakses masyarakat luas, bahkan dengan modal mulai dari Rp1 juta saja. Menarik, kan?

Nah, di artikel ini kita akan bahas secara lengkap tentang apa itu Surat Berharga Negara, bagaimana cara kerjanya, serta jenis-jenis SBN yang perlu kamu ketahui sebelum memutuskan untuk berinvestasi.


Pengertian Surat Berharga Negara (SBN)

Surat Berharga Negara (SBN) adalah surat utang yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai bentuk pembiayaan negara. Ketika kamu membeli SBN, artinya kamu meminjamkan uang ke negara, dan negara berjanji akan mengembalikan dana tersebut beserta imbal hasilnya sesuai dengan ketentuan.

SBN diterbitkan dan dijamin langsung oleh Undang-Undang, sehingga tingkat keamanannya tergolong sangat tinggi. Inilah yang membuat SBN sering disebut sebagai salah satu instrumen investasi dengan risiko rendah.

Secara sederhana:

  • Investor → meminjamkan dana
  • Pemerintah → membayar kupon dan pokok utang

Fungsi dan Tujuan Penerbitan SBN

Pemerintah tidak menerbitkan SBN tanpa alasan. Ada beberapa tujuan utama dari penerbitan Surat Berharga Negara, antara lain:

1. Membiayai Anggaran Negara

Dana dari SBN digunakan untuk menutup defisit APBN dan membiayai berbagai program pembangunan.

2. Mendorong Partisipasi Masyarakat

Dengan SBN ritel, masyarakat bisa ikut berkontribusi langsung dalam pembangunan negara.

3. Alternatif Investasi Aman

SBN memberikan pilihan investasi yang stabil, khususnya bagi investor konservatif.

4. Menjaga Stabilitas Ekonomi

SBN juga menjadi instrumen penting dalam pengelolaan kebijakan fiskal dan moneter.


Karakteristik Utama Surat Berharga Negara

Sebelum masuk ke jenis-jenisnya, penting untuk memahami karakteristik dasar dari SBN:

  • Dijamin negara
  • Memiliki tenor (jangka waktu) tertentu
  • Memberikan imbal hasil (kupon)
  • Dapat diperdagangkan atau tidak, tergantung jenisnya
  • Bisa dibeli secara online

Dengan karakteristik tersebut, SBN cocok untuk investasi jangka menengah hingga panjang.


Jenis-Jenis Surat Berharga Negara (SBN)

Secara umum, SBN terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu SBN konvensional dan SBN syariah. Berikut penjelasan lengkapnya.


1. Surat Utang Negara (SUN)

Surat Utang Negara (SUN) adalah SBN berbasis konvensional yang memberikan imbal hasil berupa kupon bunga.

Ciri-ciri SUN

  • Menggunakan sistem bunga
  • Dapat diperdagangkan di pasar sekunder
  • Cocok untuk investor umum

Contoh SUN

  • ORI (Obligasi Ritel Indonesia)
  • FR (Fixed Rate)
  • SPN (Surat Perbendaharaan Negara)

2. Obligasi Ritel Indonesia (ORI)

ORI merupakan jenis SUN yang paling populer di kalangan investor ritel.

Keunggulan ORI

  • Modal terjangkau (mulai Rp1 juta)
  • Kupon tetap (fixed rate)
  • Bisa diperjualbelikan sebelum jatuh tempo

ORI cocok buat kamu yang ingin pendapatan rutin dan fleksibilitas.


3. Surat Perbendaharaan Negara (SPN)

SPN adalah SBN jangka pendek dengan tenor kurang dari 1 tahun.

Karakteristik SPN

  • Tidak memberikan kupon
  • Keuntungan berasal dari selisih harga beli dan nilai nominal
  • Cocok untuk investasi jangka pendek

4. Surat Berharga Syariah Negara (SBSN / Sukuk Negara)

Untuk kamu yang ingin berinvestasi sesuai prinsip syariah, pemerintah juga menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau dikenal sebagai Sukuk Negara.

Ciri-ciri Sukuk Negara

  • Bebas riba
  • Menggunakan akad syariah
  • Dijamin negara
  • Diawasi oleh Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI)

5. Sukuk Ritel (SR)

Sukuk Ritel (SR) adalah SBSN yang ditujukan untuk investor individu.

Keunggulan Sukuk Ritel

  • Sesuai prinsip syariah
  • Imbal hasil kompetitif
  • Bisa diperdagangkan di pasar sekunder

SR sangat cocok untuk investor muslim yang ingin investasi halal dan aman.


6. Sukuk Tabungan (ST)

Berbeda dengan SR, Sukuk Tabungan bersifat non-tradable alias tidak bisa diperjualbelikan.

Karakteristik Sukuk Tabungan

  • Tidak bisa dijual sebelum jatuh tempo
  • Memiliki fasilitas early redemption
  • Cocok untuk investasi jangka menengah

7. Savings Bond Ritel (SBR)

Savings Bond Ritel (SBR) adalah SBN non-tradable berbasis konvensional.

Keunggulan SBR

  • Kupon mengambang dengan batas minimal
  • Aman dari fluktuasi suku bunga
  • Cocok untuk investor konservatif

Perbedaan SBN Tradable dan Non-Tradable

Aspek Tradable Non-Tradable
Bisa dijual sebelum jatuh tempo Ya Tidak
Risiko fluktuasi harga Ada Tidak
Cocok untuk Fleksibel Jangka panjang

Keuntungan Investasi di Surat Berharga Negara

Berikut beberapa alasan kenapa SBN layak dipertimbangkan:

1. Risiko Rendah

Dijamin oleh negara, risiko gagal bayar sangat kecil.

2. Imbal Hasil Menarik

Lebih tinggi dibanding deposito bank.

3. Pajak Lebih Rendah

Pajak kupon SBN hanya 10%, lebih rendah dari pajak deposito.

4. Mudah Dibeli

Bisa dibeli secara online melalui mitra resmi.


Risiko Investasi SBN yang Perlu Diperhatikan

Meski aman, SBN tetap memiliki risiko, seperti:

  • Risiko pasar (khusus SBN tradable)
  • Risiko likuiditas
  • Risiko inflasi

Namun secara umum, risikonya masih tergolong rendah.


Siapa yang Cocok Berinvestasi di SBN?

SBN cocok untuk:

  • Investor pemula
  • Investor konservatif
  • Investor syariah
  • Pekerja dengan pendapatan tetap
  • Tujuan keuangan jangka menengah-panjang

Tips Memilih Jenis SBN yang Tepat

Agar tidak salah pilih, perhatikan hal berikut:

  • Tujuan investasi
  • Jangka waktu
  • Kebutuhan likuiditas
  • Prinsip syariah atau konvensional

Kesimpulan

Surat Berharga Negara (SBN) adalah instrumen investasi yang aman, legal, dan cocok untuk berbagai kalangan. Dengan beragam jenis seperti ORI, SBR, SR, hingga Sukuk Tabungan, investor bisa memilih sesuai kebutuhan dan profil risiko masing-masing.

Jika kamu ingin investasi dengan risiko rendah namun tetap memberikan imbal hasil yang menarik, SBN bisa menjadi pilihan yang sangat layak dipertimbangkan.

Posting Komentar untuk "Surat Berharga Negara (SBN): Pengertian dan Jenisnya"