Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Saham Treasuri: Pengertian, Tujuan, dan Contohnya dalam Dunia Investasi

Dalam dunia pasar modal, istilah saham treasuri mungkin belum sepopuler saham biasa atau saham blue chip. Padahal, konsep ini cukup penting dan sering digunakan oleh perusahaan besar sebagai bagian dari strategi keuangan mereka. Buat kamu yang sedang belajar investasi saham atau ingin memperdalam pengetahuan seputar pasar modal, memahami saham treasuri adalah langkah yang tepat.

Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pengertian saham treasuri, tujuan perusahaan melakukan buyback saham, karakteristik saham treasuri, hingga contoh kasusnya. Semuanya disajikan dengan gaya santai, mudah dipahami, dan tentunya ramah SEO.


Pengertian Saham Treasuri

Apa Itu Saham Treasuri?

Saham treasuri (treasury stock) adalah saham perusahaan yang dibeli kembali (buyback) oleh perusahaan penerbitnya sendiri dan kemudian disimpan dalam kas perusahaan. Saham ini sebelumnya beredar di publik, lalu ditarik kembali dari pasar.

Setelah dibeli kembali, saham treasuri tidak dianggap sebagai saham beredar, sehingga tidak memiliki hak seperti:

  • Hak suara dalam RUPS
  • Hak menerima dividen

Dengan kata lain, saham treasuri adalah saham “nonaktif” yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri.


Saham Treasuri dalam Perspektif Akuntansi

Dalam laporan keuangan, saham treasuri biasanya dicatat sebagai pengurang ekuitas, bukan sebagai aset. Hal ini karena saham tersebut tidak memberikan manfaat ekonomi langsung seperti aset lainnya.

Pencatatan ini penting agar laporan keuangan tetap transparan dan tidak menyesatkan investor.


Dasar Hukum Saham Treasuri di Indonesia

Di Indonesia, praktik buyback saham dan kepemilikan saham treasuri diatur oleh:

  • Undang-Undang Perseroan Terbatas
  • Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
  • Peraturan Bursa Efek Indonesia (BEI)

Perusahaan yang ingin melakukan buyback wajib memenuhi ketentuan tertentu, seperti batas maksimum jumlah saham yang dapat dibeli kembali serta kewajiban keterbukaan informasi kepada publik.


Tujuan Perusahaan Memiliki Saham Treasuri

1. Menstabilkan Harga Saham

Salah satu tujuan utama perusahaan melakukan buyback adalah untuk menjaga stabilitas harga saham. Ketika harga saham dianggap terlalu murah atau pasar sedang bearish, perusahaan bisa membeli kembali sahamnya agar tekanan jual berkurang.

Langkah ini sering dianggap sebagai sinyal positif bahwa manajemen percaya terhadap prospek bisnis perusahaan.


2. Meningkatkan Nilai Saham di Pasar

Dengan berkurangnya jumlah saham beredar, maka Earnings Per Share (EPS) berpotensi meningkat. EPS yang lebih tinggi sering kali membuat saham terlihat lebih menarik di mata investor.

Secara tidak langsung, saham treasuri bisa membantu meningkatkan valuasi perusahaan.


3. Penggunaan Dana Berlebih

Jika perusahaan memiliki kas berlebih dan tidak ada proyek ekspansi yang mendesak, buyback saham bisa menjadi alternatif penggunaan dana yang efektif dibandingkan hanya menyimpan uang tunai.


4. Persiapan Program Insentif Karyawan

Saham treasuri juga sering digunakan untuk:

  • Employee Stock Ownership Program (ESOP)
  • Management Stock Option Plan (MSOP)

Dengan cara ini, perusahaan bisa memberikan saham kepada karyawan tanpa harus menerbitkan saham baru.


5. Menghindari Pengambilalihan (Takeover)

Dalam beberapa kasus, buyback saham dilakukan untuk mengurangi saham yang beredar di publik, sehingga menyulitkan pihak lain untuk melakukan pengambilalihan perusahaan secara tidak bersahabat.


Karakteristik Saham Treasuri

Agar tidak tertukar dengan jenis saham lain, berikut beberapa ciri khas saham treasuri:

  • Tidak memiliki hak suara
  • Tidak menerima dividen
  • Tidak dihitung sebagai saham beredar
  • Dicatat sebagai pengurang ekuitas
  • Bisa dijual kembali ke pasar atau dihapuskan

Karakteristik ini membuat saham treasuri memiliki peran unik dalam struktur permodalan perusahaan.


Perbedaan Saham Treasuri dan Saham Beredar

Aspek Saham Treasuri Saham Beredar
Kepemilikan Perusahaan sendiri Publik
Hak suara Tidak ada Ada
Dividen Tidak menerima Menerima
Pengaruh EPS Meningkatkan EPS Normal
Status Tidak aktif Aktif

Tabel ini membantu kamu memahami posisi saham treasuri secara lebih praktis.


Dampak Saham Treasuri bagi Investor

Dampak Positif

Bagi investor, saham treasuri bisa membawa beberapa keuntungan, antara lain:

  • Sinyal optimisme dari manajemen
  • Potensi kenaikan harga saham
  • EPS dan ROE menjadi lebih menarik

Dampak Negatif

Namun, tidak selalu buyback saham berdampak positif. Beberapa risiko yang perlu diperhatikan:

  • Dana perusahaan terkuras
  • Tidak ada jaminan harga saham naik
  • Bisa menutupi masalah fundamental perusahaan

Oleh karena itu, investor tetap harus menganalisis laporan keuangan secara menyeluruh.


Contoh Saham Treasuri dalam Praktik

Contoh Sederhana

Misalnya, PT XYZ Tbk memiliki:

  • 1 miliar saham beredar
  • Laba bersih Rp200 miliar

EPS awal:

Rp200 / 1.000.000.000 = Rp200 per saham

Kemudian perusahaan melakukan buyback 100 juta saham dan menyimpannya sebagai saham treasuri.

EPS setelah buyback:

Rp200 / 900.000.000 = Rp222 per saham

Dari contoh ini terlihat bahwa EPS meningkat meskipun laba bersih tetap sama.


Contoh Kasus di Pasar Modal

Banyak perusahaan publik di Indonesia melakukan buyback saham saat kondisi pasar sedang volatil, misalnya:

  • Saat krisis ekonomi
  • Ketika IHSG mengalami penurunan tajam
  • Ketika harga saham dianggap undervalued

Langkah ini umumnya diumumkan secara resmi melalui keterbukaan informasi di BEI.


Apakah Saham Treasuri Bisa Dijual Kembali?

Jawabannya: bisa.

Perusahaan memiliki beberapa opsi terhadap saham treasuri:

  1. Menjual kembali ke pasar
  2. Menggunakannya untuk program insentif
  3. Menghapus saham (retirement stock)

Keputusan ini tergantung pada strategi keuangan dan kondisi bisnis perusahaan.


Hal yang Perlu Diperhatikan Investor Terkait Saham Treasuri

Sebelum menganggap buyback sebagai sinyal positif, investor sebaiknya:

  • Mengecek sumber dana buyback
  • Melihat kondisi arus kas perusahaan
  • Memahami tujuan manajemen
  • Menganalisis kinerja fundamental jangka panjang

Dengan begitu, keputusan investasi bisa lebih rasional dan minim risiko.


Kesimpulan

Saham treasuri adalah saham yang dibeli kembali oleh perusahaan dan disimpan tanpa hak suara maupun dividen. Tujuan utamanya adalah menjaga stabilitas harga saham, meningkatkan nilai perusahaan, serta mengelola struktur modal dengan lebih efisien.

Bagi investor, keberadaan saham treasuri bisa menjadi sinyal positif, namun tetap perlu dianalisis secara mendalam agar tidak terjebak pada euforia sesaat. Dengan pemahaman yang baik, saham treasuri bisa menjadi salah satu indikator penting dalam strategi investasi saham jangka panjang.

Posting Komentar untuk "Saham Treasuri: Pengertian, Tujuan, dan Contohnya dalam Dunia Investasi"