Persero: Pengertian, Jenis, & Peran dalam Ekonomi Indonesia
Kalau kamu sering baca berita ekonomi atau bisnis di Indonesia, pasti sudah nggak asing lagi dengan istilah Persero. Nama-nama seperti PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), atau PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) sering banget muncul di media. Tapi, sebenarnya apa sih Persero itu? Apa bedanya dengan BUMN lain? Dan seberapa besar perannya dalam perekonomian Indonesia?
Artikel ini akan membahas Persero secara lengkap, mulai dari pengertian, dasar hukum, jenis-jenisnya, hingga peran strategis Persero dalam ekonomi nasional. Disusun dengan bahasa santai tapi tetap informatif, cocok buat pelajar, mahasiswa, pebisnis pemula, atau siapa pun yang ingin paham dunia BUMN.
Pengertian Persero
Secara sederhana, Persero adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dan bertujuan utama mencari keuntungan.
Menurut peraturan di Indonesia, Persero adalah perusahaan yang modalnya terbagi dalam saham, dan sebagian besar atau seluruh sahamnya dimiliki oleh negara. Karena berbentuk PT, Persero juga tunduk pada Undang-Undang Perseroan Terbatas, sama seperti perusahaan swasta pada umumnya.
Ciri Utama Persero
Beberapa ciri khas Persero yang membedakannya dari jenis BUMN lain, antara lain:
- Berbentuk Perseroan Terbatas (PT)
- Modal berasal dari penyertaan modal negara
- Bertujuan mencari laba
- Dipimpin oleh Direksi
- Diawasi oleh Dewan Komisaris
- Berorientasi bisnis dan profesional
Dengan kata lain, Persero itu BUMN yang dikelola secara korporasi, bukan lembaga sosial.
Dasar Hukum Persero di Indonesia
Keberadaan Persero di Indonesia punya landasan hukum yang jelas, di antaranya:
- Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN
- Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
- Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur masing-masing Persero
Dasar hukum ini menegaskan bahwa Persero harus dikelola secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kinerja bisnis, meskipun dimiliki negara.
Perbedaan Persero dengan Perum
Masih banyak orang yang keliru membedakan Persero dan Perum. Padahal, keduanya punya karakter yang berbeda.
Persero
- Tujuan utama: mencari keuntungan
- Bentuk usaha: Perseroan Terbatas
- Modal: saham, bisa sebagian dimiliki publik
- Contoh: Pertamina, PLN, BRI
Perum
- Tujuan utama: pelayanan publik
- Bentuk usaha: Perusahaan Umum
- Modal: 100% milik negara
- Contoh: Perum Bulog, Perum DAMRI
Dari sini bisa disimpulkan, Persero lebih fleksibel dan kompetitif karena berorientasi pada profit.
Jenis-Jenis Persero
Berdasarkan kepemilikan saham dan statusnya, Persero dapat dibagi menjadi beberapa jenis.
1. Persero Tertutup
Persero tertutup adalah Persero yang seluruh atau sebagian besar sahamnya dimiliki negara, dan tidak diperdagangkan di bursa efek.
Ciri-cirinya:
- Saham tidak dijual ke publik
- Kontrol negara sangat kuat
- Biasanya bergerak di sektor strategis
Contoh:
- PT PLN (Persero)
- PT Pertamina (Persero)
2. Persero Terbuka (Persero Tbk)
Persero terbuka adalah Persero yang sebagian sahamnya dijual ke publik melalui pasar modal.
Ciri-cirinya:
- Saham diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia
- Harus transparan ke publik
- Negara tetap pemegang saham mayoritas
Contoh:
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Jenis ini dinilai lebih modern dan profesional karena diawasi oleh publik dan investor.
Tujuan Didirikannya Persero
Persero bukan cuma sekadar perusahaan milik negara. Ada beberapa tujuan penting di balik pendiriannya.
1. Mencari Keuntungan
Persero diharapkan menghasilkan laba yang nantinya akan:
- Menambah pemasukan negara
- Disetorkan sebagai dividen ke APBN
2. Mengelola Sektor Strategis
Persero banyak bergerak di sektor penting seperti:
- Energi
- Keuangan
- Telekomunikasi
- Transportasi
Hal ini bertujuan agar negara tetap punya kendali atas sektor vital.
3. Meningkatkan Efisiensi BUMN
Dengan sistem PT, Persero dituntut lebih efisien, profesional, dan kompetitif, bahkan bersaing dengan perusahaan swasta dan asing.
Peran Persero dalam Perekonomian Indonesia
Peran Persero dalam ekonomi nasional sangat besar dan strategis.
1. Kontributor Pendapatan Negara
Laba Persero menjadi salah satu sumber:
- Dividen negara
- Penerimaan negara bukan pajak (PNBP)
Ini membantu mendukung pembangunan nasional.
2. Penyedia Lapangan Kerja
Persero menyerap jutaan tenaga kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini berdampak positif pada:
- Penurunan angka pengangguran
- Peningkatan kesejahteraan masyarakat
3. Stabilitas Ekonomi Nasional
Di saat krisis ekonomi, Persero sering menjadi penopang stabilitas, misalnya:
- Menjaga pasokan energi
- Menjaga stabilitas sektor perbankan
- Menjamin distribusi kebutuhan pokok
4. Penggerak Pembangunan Infrastruktur
Banyak proyek besar nasional dijalankan oleh Persero, seperti:
- Pembangunan pembangkit listrik
- Jalan tol
- Bandara
- Pelabuhan
Tanpa Persero, pembangunan infrastruktur akan jauh lebih lambat.
Kelebihan dan Kekurangan Persero
Kelebihan Persero
- Didukung modal negara
- Kredibilitas tinggi
- Akses pendanaan lebih luas
- Peran strategis di sektor vital
Kekurangan Persero
- Rentan intervensi politik
- Proses birokrasi bisa lebih panjang
- Tidak selalu sefleksibel perusahaan swasta
Meski begitu, reformasi BUMN terus dilakukan agar Persero makin kompetitif.
Tantangan Persero di Era Modern
Di era digital dan globalisasi, Persero menghadapi banyak tantangan, seperti:
- Persaingan global
- Disrupsi teknologi
- Tuntutan transparansi
- Efisiensi dan digitalisasi
Karena itu, transformasi digital dan peningkatan kualitas SDM menjadi kunci keberlanjutan Persero ke depan.
Kesimpulan
Persero adalah salah satu pilar penting dalam perekonomian Indonesia. Sebagai BUMN berbentuk Perseroan Terbatas, Persero berperan ganda: mencari keuntungan sekaligus menjaga kepentingan negara.
Dengan peran strategis di berbagai sektor vital, Persero tidak hanya berkontribusi pada pendapatan negara, tetapi juga membuka lapangan kerja, menjaga stabilitas ekonomi, dan mendorong pembangunan nasional. Ke depan, Persero dituntut untuk terus berinovasi, profesional, dan adaptif agar tetap relevan di tengah persaingan global.

Posting Komentar untuk "Persero: Pengertian, Jenis, & Peran dalam Ekonomi Indonesia"